Musnad Ahmad hadis #23169
Matan Bahasa Arab
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ غَالِبٍ قَالَ
انْتَهَيْتُ إِلَى عَائِشَةَ أَنَا وَعَمَّارٌ وَالْأَشْتَرُ فَقَالَ عَمَّارٌ السَّلَامُ عَلَيْكِ يَا أُمَّتَاهُ فَقَالَتْ السَّلَامُ عَلَى مَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى حَتَّى أَعَادَهَا عَلَيْهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنَّكِ لَأُمِّي وَإِنْ كَرِهْتِ قَالَتْ مَنْ هَذَا مَعَكَ قَالَ هَذَا الْأَشْتَرُ قَالَتْ أَنْتَ الَّذِي أَرَدْتَ أَنْ تَقْتُلَ ابْنَ أُخْتِي قَالَ نَعَمْ قَدْ أَرَدْتُ ذَلِكَ وَأَرَادَهُ قَالَتْ أَمَا لَوْ فَعَلْتَ مَا أَفْلَحْتَ أَمَّا أَنْتَ يَا عَمَّارُ فَقَدْ سَمِعْتَ أَوْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مَنْ زَنَى بَعْدَمَا أُحْصِنَ أَوْ كَفَرَ بَعْدَمَا أَسْلَم أَوْ قَتَلَ نَفْسًا فَقُتِلَ بِهَا
Terjemahan Bahasa Indonesia
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abi Ishaq] dari [Abi Ishaq] dari [Amru bin Ghalib] berkata; “Saya, Ammar, dan Al Asytar menemui [Aisyah], lalu ‘Ammar berkata; ‘ASSALAMU ‘ALAIKI (semoga keselamatan atasmu) wahai ibu.” Lalu (Aisyah) menjawab; “Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk hingga beliau mengulanginya sampai dua atau tiga kali.” Kemudian (Ammar) Berkata; “Demi Allah sesungguhnya engkau adalah ibuku sekalipun engkau tidak suka.” (Aisyah) Berkata; “Siapa yang bersamamu ini.” ia menjawab; “Ini adalah Al Asytar.” Dia berkata; “Apakah engkau yang hendak membunuh anak bibiku?” (Al Asytar) menjawab; “Ya, saya telah menginginkan hal itu dan ‘Amr juga menginginkannya.” (Aisyah) Berkata; “Kalau engkau melakukannya maka sungguh engkau tidak akan beruntung.” Sedangkan engkau wahai Ammar, engkau telah mendengar atau aku sendiri telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga hal; orang yang berzina sesudah dia menikah, kafir sesudah ia masuk Islam, atau membunuh jiwa sehingga dibunuh karenanya.”
Riwayat: Musnad Ahmad
Nombor: 23169