Musnad Ahmad hadis #10719

Matan Bahasa Arab

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ النَّاجِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَخِي اسْتُطْلِقَ بَطْنُهُ قَالَ اسْقِهِ عَسَلًا قَالَ فَذَهَبَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ قَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا قَالَ اسْقِهِ عَسَلًا قَالَ فَذَهَبَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ قَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا قَالَ فَذَهَبَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ قَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا فَقَالَ لَهُ فِي الرَّابِعَةِ اسْقِهِ عَسَلًا قَالَ أَظُنُّهُ قَالَ فَسَقَاهُ فَبَرَأَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرَّابِعَةِ صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ

Terjemahan Bahasa Indonesia

Telah menceritakan kepada kami [Yazid] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu’bah] dari [Qotadah] dari [Abu Al Mutawakkil An Naji] dari [Abu Sa’id Al Khudri] ia berkata; Seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Wahai Rasulullah, saudaraku perutnya sakit, ” beliau bersabda: “Minumkan madu padanya, ” Abu Sa’id berkata; Lalu ia pun pergi, selang berapa waktu datang kembali, ia berkata; “Aku telah meminumkan madu kepadanya tapi sakitnya makin bertambah, ” beliau bersabda: “Minumkan madu padanya, ” Abu Sa’id berkata; Lalu ia pergi kemudian datang kembali dan berkata; “Aku telah meminumkan madu kepadanya tapi sakitnya makin bertambah, ” beliau bersabda: “Minumkan madu padanya, ” Abu Sa’id berkata; Lalu ia pergi dan datang kembali seraya berkata; “Aku telah meminumkan madu kepadanya tapi sakitnya makin bertambah, ” beliau bersabda untuk keempat kalinya: “Minumkan madu padanya, ” Abu Al Mutawakkil berkata; Aku mengira bahwa Abu Sa’id mengatakan bahwa laki-laki itu telah meminumkan madu kepadanya sehingga saudaranya pun sembuh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada kali keempat, “Allah Maha benar dan perut saudaramu berbohong.”

Riwayat: Musnad Ahmad
Nombor: 10719