Musnad Ahmad hadis #10661
Matan Bahasa Arab
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمِنَّا الصَّائِمُ وَمِنَّا الْمُفْطِرُ فَلَا يَجِدُ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ يَرَوْنَ أَنَّهُ يَعْنِي مَنْ وَجَدَ قُوَّةً فَصَامَ فَإِنَّ ذَلِكَ حَسَنٌ وَيَرَوْنَ أَنَّهُ مَنْ وَجَدَ ضَعْفًا فَأَفْطَرَ فَإِنَّ ذَلِكَ حَسَنٌ
Terjemahan Bahasa Indonesia
Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Al Jurairi] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa’id Al Khudri] ia berkata; “Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sedang di antara kami ada yang puasa dan ada yang berbuka, adapun orang-orang yang puasa tidak mempunyai perasaan jengkal kepada orang yang berbuka dan orang yang berbuka tidak mempunyai perasaan jengkal kepada orang yang puasa, mereka berpendapat bahwa barangsiapa merasa kuat kemudian puasa maka itu adalah baik, dan mereka juga berpendapat bahwa barangsiapa merasa lemah kemudian ia berbuka maka itu baik.”
Riwayat: Musnad Ahmad
Nombor: 10661