Musnad Ahmad hadis #10271

Matan Bahasa Arab

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَسِمُ الرَّجُلُ عَلَى سَوْمِ أَخِيهِ وَلَا يَخْطُبُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ وَلَا تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا وَلَا عَلَى خَالَتِهَا وَلَا تَسْأَلُ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَكْتَفِئَ صَحْفَتَهَا فَإِنَّمَا لَهَا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهَا

Terjemahan Bahasa Indonesia

Telah menceritakan kepada kami [Rauh], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Seorang lelaki tidak boleh menawar atas tawaran saudaranya dan tidak boleh pula meminang atas pinangan saudaranya. Seorang wanita tidak boleh dinikahi dengan memadu bibinya baik dari pihak bapak maupun bibinya dari pihak ibu, dan seorang wanita juga tidak boleh meminta atas cerainya wanita lain agar piringnya terisi makanan, karena baginya adalah apa yang telah Allah tetapkan untuknya.”

Riwayat: Musnad Ahmad
Nombor: 10271